Di Seputar Kita News.Net -- Toraja Utara — Upaya mencegah berkembangnya paham radikalisme dan separatisme terus diperkuat oleh Korem 141/Toddopuli melalui kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos). Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 30 Desember 2025, pukul 09.40 Wita, bertempat di Aula Makodim 1414/Tator, Jalan Pongtiku No. 64, Rantepao, Kabupaten Toraja Utara.
Komsos tersebut mengusung tema “Pembinaan Komunikasi Sosial yang Adaptif dan Sinergi dalam Upaya Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme guna Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa.” Tema ini menegaskan pentingnya komunikasi yang kuat dan kolaboratif di tengah masyarakat sebagai benteng utama menjaga keutuhan NKRI.
Kegiatan ini dihadiri oleh Frederik V. Palimbong, ST.,SM.,M.Ak (Bupati Toraja Utara) ,Kolonel Inf.Robinson,S.I.P,M.H. Tallupadang, ( Kasrem 141/Tp) ,Prianto Somat, ST (Wakile Ketua II DPRD Toraja Utara) ,Kolonel Inf. Ruly Eko Suryawan, S.Sos. (Kasiter Korem 141/Toddopuli) ,Letkol Inf Armal S.H.,M.I.P (Dandim 1414/Tator) , Kompol Marten Muni (Waka Polres Toraja Utara) , Kapten Inf Samsudin ( Pasi Komsos Siterrem Korem 141/Tp) ,Kapten inf Daud Sampe (Pasiter Kodim 1414/Tator) , Dr.Sukarno,S.H.,MH (Kasi Intel Kajari Tator Mewakili Kajari), Ambayadi Paranoan (Ketua Pemuda Pancasila) , Max (Sekertaris FKPPI Toraja Utara), Bambang (Ketua Hipakat ) , Perwakilan Tokoh Masyarakat Toraja dan Perwakilan Tokoh Agama Toraja. Kehadiran lintas sektor tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk membangun kesadaran kolektif dalam menghadapi ancaman ideologi yang berpotensi memecah belah bangsa.
Rangkaian acara berlangsung khidmat dan tertib, dimulai dari pembukaan, laporan kepada pimpinan acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, hingga sambutan Danrem 141/Toddopuli yang dibacakan oleh Kasrem. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Bupati Toraja Utara, foto bersama, coffee break, penyampaian materi bela negara, menyanyikan lagu “Bagimu Negeri”, dan penutup.
Dalam sambutan Danrem 141/Toddopuli yang dibacakan Kasrem Kolonel Inf.Robinson Tallupadang,S.I.P,M.H., ditegaskan bahwa kegiatan komunikasi sosial ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga sarana strategis untuk memberikan pemahaman yang benar kepada generasi muda dan seluruh komponen bangsa tentang bahaya radikalisme dan separatisme.
Radikalisme dan separatisme disebut sebagai ancaman nyata yang dapat merusak sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa. Tantangan terhadap NKRI saat ini tidak hanya datang dalam bentuk ancaman fisik, tetapi juga melalui penyebaran paham radikal, intoleran, dan separatis yang menyusup ke ruang sosial masyarakat.
Danrem juga menekankan bahwa generasi muda sebagai penerus bangsa harus memiliki karakter yang kuat, kesadaran kebangsaan, serta semangat cinta tanah air. Hal ini dinilai sejalan dengan tema kegiatan yang menekankan pentingnya komunikasi sosial yang adaptif dan sinergis.
Sementara itu, Bupati Toraja Utara Frederik Viktor Palimbong dalam sambutannya menegaskan bahwa keharmonisan antar umat beragama di Toraja Utara telah terjaga sejak lama dan menjadi nilai luhur yang harus terus dipelihara. Menurutnya, sikap saling menghormati dan menjaga antarumat beragama merupakan kekuatan utama daerah ini.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga harmonisasi tersebut demi keutuhan NKRI, khususnya di Toraja Utara. Pemerintah daerah, kata dia, sangat mendukung kegiatan komunikasi sosial sebagai ruang dialog yang memperkuat persatuan dan kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat menjadi agen pemersatu di tengah masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, sinergi antar instansi, serta peran aktif tokoh masyarakat dan agama, upaya cegah tangkal radikalisme dan separatisme dapat dilakukan secara efektif dan berkelanjutan.
Korem 141/Toddopuli berharap kegiatan Komsos ini mampu meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama bahwa persatuan dan kesatuan bangsa adalah tanggung jawab seluruh elemen, demi Indonesia yang aman, damai, dan berdaulat. (M.khanif)


