Di Seputar Kita News.Net -- Tana Toraja — Perang melawan narkoba di Tana Toraja kini semakin diperkuat melalui sinergi lintas lembaga. Gerakan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba (GPPN) Tana Toraja menggandeng PT PLN (Persero) dengan dukungan penuh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tana Toraja dalam upaya pencegahan dan edukasi bahaya penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk “menerangi” Toraja dari ancaman narkoba, tidak hanya secara simbolis, tetapi juga melalui aksi nyata berbasis edukasi dan pendampingan masyarakat. Program ini dirancang menyentuh langsung akar persoalan dengan pendekatan persuasif dan berkelanjutan.
Ketua GPPN Tana Toraja Yunus Salamak Tulak , menyampaikan bahwa kerja sama ini akan difokuskan pada kegiatan sosialisasi dan penyuluhan bahaya narkoba di berbagai titik strategis, seperti kampung binaan PLN, lingkungan sekolah, serta kelompok masyarakat umum.
“Kami ingin pencegahan narkoba dimulai dari lingkungan terdekat masyarakat. Edukasi sejak dini sangat penting agar generasi muda memiliki pemahaman yang kuat dan tidak mudah terjerumus,” ujarnya.
PLN sebagai mitra strategis berperan mendukung program ini melalui jaringan kampung binaan serta kegiatan sosial kemasyarakatan yang selama ini telah berjalan. Dengan keterlibatan PLN, pesan pencegahan narkoba diharapkan dapat menjangkau wilayah yang lebih luas hingga ke pelosok.
Sementara itu, AKBP Ustin Pangarian, S.E., M.Si Kepala BNNK Tana Toraja memberikan dukungan dalam bentuk narasumber, serta pendampingan teknis terkait edukasi bahaya narkoba. BNNK juga memastikan bahwa seluruh kegiatan sosialisasi mengacu pada pendekatan preventif, edukatif, dan humanis.
Sinergi tiga elemen ini dinilai menjadi contoh kolaborasi ideal antara organisasi kepemudaan, BUMN, dan lembaga negara dalam menghadapi persoalan sosial yang kompleks. Tidak hanya berfokus pada penindakan, program ini mengedepankan pencegahan sebagai langkah utama.
Melalui kerja sama ini, GPPN, PLN, dan BNNK berharap masyarakat Tana Toraja semakin sadar akan bahaya narkoba, berani mengatakan tidak pada penyalahgunaan, serta aktif menjaga lingkungan masing-masing agar tetap bersih dan aman dari peredaran narkotika. (M.khanif)


